Skip to main content

Asyik Bermalam Minggu, Puluhan Remaja Surabaya Terancam 1 Tahun Penjara


Aplikasi Pemisahan Sosial Bernilai Besar( PSBB) di Kota Surabaya sudah merambah hari Kelima.

Serta mulai Hari Jum� at( 01 atau 05 atau 2020) kemarin, Pihak Kepolisian telah mulai membagikan aksi jelas kepada seluruh pelanggaran yang terjalin.

Aksi jelas ini mulai dari peringatan sampai ganjaran kurungan 1 tahun.

Salah satu ketentuan yang sedang kerap dilanggar oleh warga ini merupakan hal aplikasi jam malam.

Begitu juga dikenal bersama, sebenarnya pihak Kepolisian sudah mempraktikkan peraturan jam malam untuk warga sepanjang penerapan PSBB ini.

Ketentuan ini dengan cara jelas menata kalau seluruh warga diharapkan buat bercokol diri dirumah mulai jam 21. 00wib sampai jam 04. 00wib.

Ketentuan ini tercantum bikin gerai, swalayan, warung, cafe, warkop, restoran ataupun aktivitas upaya yang lain. Melainkan memanglah upaya yang menemukan dispensasi dalan atiran PSBB.

Mbelingnya warga ini nampak dikala Polrestabes Kota Surabaya mengadakan pembedahan kombinasi pada Hari Sabtu( 02 atau 05 atau 2020) malam.

Dengan memakai sebagian motor, mobil langlang serta truk berdimensi besar, gerombolan kombinasi ini mulai menelusuri jalanan di Kota Surabaya.

Pas jam 21. 00wib gerombolan kombinasi ini sudah terletak di jalur besar.

Hasilnya nyatanya lumayan mencengangkan, dari Kota Surabaya sendiri, pihak Polrestabes sukses menangkap pemuda- pemudi yang melanggar ketentuan jam malam.

Jumlah mereka pula lumayan besar, ialah menggapai 82 orang. Pihak Kepolisian telah tidak terdapat maaf lagi, mereka yang didapati melanggar jam malam langsung di bawa ke Mapolrestabes Kota Surabaya.

Sehabis hingga di Mapolrestabes, ke 82 orang ini tidak cuma dicoba pendataan, tetapi mereka pula dicoba rapid test buat mengenali situasi kesehatannya.

Sehabis itu mereka ditahan dalam durasi 1 x 24 jam buat memahami penjelasan yang mereka sampaikan.

Untuk para penggar determinasi jam malam ini, pihak Kepolisian sudah mempersiapkan artikel berangkap.

Artikel itu merupakan artikel 93 hal karantina serta artikel 216 KUHP, artikel 212 KUHP serta artikel 218 KUHP yang mempunyai bahaya ganjaran kurungan sepanjang 1 tahun.

Artikel itu sedang ditambah dengan hukum kesehatan ataupun wabah penyakit.

Hukum itu tidak cuma memerangkap warga yang nangkring.

Tetapi pula dapat memerangkap owner tempat dimana warga itu nangkring hingga melampaui batasan jam malam yang sudah didetetapkan dalam ketentuan PSBB.

Razia dengan cara megah ini hendak lalu dicoba hingga warga betul- betul menaati ketentuan yang sudah diaplikasikan dalam PSBB.

Sebab perihal ini merupakan salah satu metode buat memutuskan mata kaitan penyebaran Virus COVID- 19 yang dikala ini telah menggelisahkan penyebarannya.

Dari Rapid Test yang diaplikasikan pada 82 warga yang terjebak dalam razia jama malam ini hasilnya amat mencengangkan.

Sebab 5 orang antara lain nyatanya dikenal positif rapid test( reaktif). Kelima orang ini kemudian di arahkan ke Rumah Sakit Melati susun Kota Surabaya buat menempuh test SWAB lebih lanjut.


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar