Skip to main content

Kena 14 Luka Tusukan dan Dikubur, B4yi Ajaib Ini Masih Hidup

Seseorang anak yang diperkirakan terkini saja lahir ditemui tertanam di dalam tanah sedalam 20 sentimeter di Provinsi Khon Kaen, Thailand. Tidak cuma itu, anak yang saat ini diberi julukan Aidin itu ditemui dalam kondisi mengidap 14 cedera tikam.

Dikutip Buzznigeria. com, temuan anak itu tiba- tiba tiba- tiba membuat gempar seluruh golongan tercantum dokter. Karena, badan anak itu disebut- sebut bisa melaksanakan penyembuhan yang luar biasa.

Tidak dikenal berapa lama anak itu tertanam. Penggembala peliharaan, Harder Kachit Krongyut( 53), berterus terang cuma mengikuti suara isak dari dalam tanah. Beliau setelah itu mencari pangkal suara serta mengalami kaki kecil teronggok di dasar tumbuhan Eucalyptus.

" Betul Tuhan, saya belingsatan serta langsung menggali tanah itu dengan tanganku," ucapnya.

Krongyut kaget kala mengalami sesosok anak pria menelungkup dengan cedera semacam disayat pisau di sekujur badan. Dengan tergopoh beliau setelah itu membawanya ke rumah sakit.

Dokter beranggapan gundukan tanah itu yang membuat anak itu bertahan hidup dari cedera. Tanah menghindari pendarahan dari cedera di sekujur badan anak. Tetapi yang jadi persoalan, gimana metode anak itu bernafas?

Aparat Panti Ajaran Kaen Thong, Supachi Pathimchart, berkata Aidin saat ini berumur 7 bulan serta berkembang jadi anak yang kokoh. Apalagi pada bulan ini, Aidin sah diadopsi oleh pendamping dari Swedia.

" Seluruh pengecekan keamanan sudah dicoba buat membenarkan Aidin berangkat ke rumah yang pas. Kita amat suka kalau beliau hendak berangkat ke suatu rumah yang bagus serta mempunyai kehidupan yang aman. Ia aman walaupun memiliki pengalaman yang amat kurang baik," ucapnya.

Polisi sampai saat ini sedang melaksanakan pelacakan kepada orang berumur Aidin yang tidak bertanggung jawab. Berbekal jejak kaki orang berusia serta cakra sepeda di dekat tempat ditemuinya Aidin, polisi berpengharapan hendak membekuk pelakon serta mendakwanya dengan artikel penganiayaan dan eksperimen pembantaian. 


Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar